Menyayangi Satwaliar Bukan Berarti Memiliki

Elang di Pekarangan

Elang di Pekarangan

Satwaliar seperti orangutan, kukang, atau burung kakatua sudah sepatutnya berada di alam bebas, bukan dalam kerangkeng di pekarangan rumah seseorang. Para pemilik hewan ini mengaku sebagai ‘pecinta hewan’, padahal mereka memperlakukan peliharaannya jauh dari kondisi alami yang seharusnya.

Sebagai contoh, kukang diberi pisang dan pepaya tiap hari, padahal kukang sangat membutuhkan protein hewani yang didapat dari serangga, sebagai makanan alaminya.

Ini merupakan bentuk kurang pahamnya pemilik hewan mengenai biologis alami hewan dan konsep kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan tersebut meliputi:

1 Bebas dari rasa lapar, haus, dan kurang nutrisi

2 Bebas dari ketidaknyamanan

3 Bebas dari rasa sakit, terluka, dan penyakit

4 Bebas mengekspresikan perilaku alami

5 Bebas dari rasa takut dan ancaman

Satwaliar yang dipelihara dapat dipastikan tidak memenuhi kondisi sejahtera seperti yang dicantumkan di atas. Oleh karena itu, masyarakat tidak seharusnya menyimpan satwaliar di rumah. Selain melanggar peraturan yang berlaku, terdapat bahaya zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya yang mengancam kesehatan pemilik satwaliar. Penyakit yang tergolong zoonosis diantaranya TBC, hepatitis, rabies, salmonellosis, herpes, leptospirosis, serta toxoplasmosis.

Menyayangi satwaliar dapat dilakukan dengan bentuk lain, yaitu dengan tidak membeli satwaliar maupun produk yang terbuat dari bagian tubuhnya, turut menjaga habitat satwa, dan mendukung program konservasi satwaliar yang ada.

Peluang Bisnis

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN