Gempa Bumi

Gempa bumi adalah bencana alam yang terjadi karena adanya pergerakan lempeng kerak bumi, dapat terasa sampai permukaan bumi dan menimbulkan kerusakan infrastruktur bangunan sampai jatuhnya korban jiwa. Sampai saat ini belum ada satupun alat canggih yang dapat meramalkan kapan datangnya gempa

Daerah-daerah yang terdapat gunung api aktif sering mengalami gempa, hal ini disebabkan adanya aktifitas magma dari gunung api dan menyemburkan abu vulkanik. Gempa ini biasa disebut gempa Vulkanik namun, semburan-semburan abu vulkanik ini juga berdampak positif karena membawa unsur hara yang dapat menyuburkan tanah.

Perlepasan secara mendadak yang terjadi karena pergeseran lempeng-lempeng tektonik pada kerak bumi dapat pula mengakibatkan gempa. Gempa jenis ini disebut gempa Tektonik.

Sering kali gempa yang terjadi diikuti oleh gelombang tsunami. Seperti gempa di samudera Hindia pada 26 Desember 2004, dengan kekuatan gempa 9,0 skala richter. Gelombang tsunami menyapu Aceh, menelan korban jiwa sebanyak 220.000 jiwa dan menghancurkan 50% infrastruktur bangunan. Namun tak semua gempa dapat menimbulkan tsunami, syarat terjadinya tsunami ialah gempa terjadi di laut dengan kekuatan di atas 6,3 skala richter dan kedalaman gempa tak kurang dari 10km.

Pergeseran lempengan ini tentu saja tak dapat dirasakan langsung dan terjadi sepanjang tahun. Seperti pegas yang ditekan atau batang bambu yang ditarik yang apabila sudah sampai pada titik jenuhnya akan terlotar dan kembali pada titik semula. Peristiwa pelepesan inilah yang mengakibatkan terjadinya gempa, dan apabila terjadinya di laut maka air dari lepas pantai akan surut dan kembali dengan kekuatan besar yang di sebut tsunami.

Gempa terburuk yang pernah terjadi adalah pada tahun 1556 di Shanxi, Tiongkok yang menelan 830.000 korban jiwa. Tokyo 1923,menelan 140.000 korban jiwa. Tangshan, RRC 1976 korban resmi 242.419 korban jiwa dan korban sebanyak 250.000 jiwa terjadi di Iran pada 1978.

Di Indonesia sendiri akhir-akhir sering terjadi gempa, hal ini dikarenakan banyak gunung api yang aktif. Selain itu jalur gempa juga membuat Indonesia sering dilanda bencana gempa. Di Indonesia bagian barat dipengaruhi oleh tumbukan lempeng Eurasia dan lempeng India-Australia sedang Indonesia bagian timur ditubruk oleh lempeng samudera Pasifik. Pulau Sumatera, Jawa, Flores, Maluku, Sulawesi dan Papua bagian utara adalah daerah rawan gempa. Terakhir pada 27 juni gempa mengguncang Saumlaki, Papua yang berpusat di 234 bujur laut dengan kekuatan 5,3 skala richter.

Tags: , ,

Leave a Reply