Dulmatin Telah Dimakamkan di Pemalang

DulmatinGembong teroris paling dicari di beberapa negara sepeninggal Noordin M. Top, yaitu Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Joko Pitono alias Amar Usman, yang meninggal dunia tertembak oleh Densus 88 beberapa hari yang lalu, telah dibawa ke kampung halamannya dari RS Polri Kramat Jati pada hari Kamis (11/3) pukul 20.50 WIB. Setibanya di Pemalang, yaitu pada hari Jum’at (12/3) pukul 03.20 WIB, jenazah langsung disemayamkan di rumah duka di Desa Kebo Ijo, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah.

Pihak keluarga yang sebelumnya sempat tidak mempercayai berita meninggalnya Dulmatin, ternyata telah mempersiapkan prosesi pemakaman jenazah teroris tersebut di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Loning, Desa Kebo Ijo, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Sebelum jenazah tiba, rumah duka pun telah dipenuhi oleh kursi – kursi plastik berwarna putih yang diperuntukkan bagi para pelayat yang akan mengikuti prosesi pemakaman Dulmatin.

Tepat hari Jum’at pagi (12/3) pukul 08.00 WIB, iring-iringan jenazah yang diikuti oleh ratusan orang menuju TPU Loning dan dijaga ketat oleh pengawalan polisi serta  beberapa ormas Islam.  Prosesi pemakaman berlangsung hikmat dan lancar, disertai dengan teriakan-teriakan “Allahu Akbar” dari para pendukung Dulmatin.

Penduduk setempat tidak merasa keberatan atas pemakaman Dulmatin, yang merupakan seorang teroris. Menurut mereka, Dulmatin  yang meninggalkan desa tersebut pada tahun 2001 adalah sosok yang baik hati dan ramah. Jadi tidak perlu merasa keberatan atas alasan apapun untuk dimakamkan di desa mereka. Dengan tewasnya Dulmatin, bukan berarti teroris di Indonesia sudah tamat riwayatnya. Masyarakat diharapkan tetap waspada dengan bahaya teroris yang dapat mengancam setiap saat.

Tags: , , , ,

Comments are closed.