Ulen Sentalu
Belum pernah mendengar nama ini? Bahkan bingung ini bahasa apa?
Ulen Sentalu adalah kependekan dari ULating blENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku, yang berarti Nyala Lampu Blencong sebagai Petunjuk Manusia dalam Melangkah Meniti Kehidupan. Blencong adalah lampu minyak yang digunakan dalam wayang kulit, yang diibaratkan sebagai matahari dalam kehidupan manusia.
Filosofi di atas, setidaknya bisa sedikit menggambarkan bahwa Ulen Sentalu berkaitan dengan budaya Jawa. Ya, Ulen Sentalu adalah sebuah museum yang menyimpan kekayaan budaya Mataram, yang selama ini tersimpan di balik tembok keraton. Museum ini diprakarsai oleh keluarga Haryono dan kini dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong. Duduk sebagai penasehat dalam yayasan ini adalah mereka yang merupakan keluarga dekat keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kasultanan Ngayogyakarta Hadininingrat, keraton Mangkunegaran, dan Keraton Pakualaman.
Museum ini terletak di Kaliurang, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, tepatnya di atas Kali Boyong. Menghadirkan perjalanan sejarah Mataram Islam, museum ini menawarkan suasana masa lalu dengan sangat indah. Museum ini seakan menjadi jendela bagi generasi muda untuk memahami kultur dan sejarah Jawa. Seperti yang dijanjikan, bahwa kekayaan budaya Mataram akan dibuka di museum ini, maka memotret isi museum tidak diijinkan.
Pada museum ini, terdapat 2 area yang selalu mencuri perhatian para pengunjung, yaitu Guwo Selo Giri dan Kampung Kambang. Guwo Selo Giri berbentuk lorong panjang di bawah tanah, yang bentuknya merupakan perpaduan antara Sumur Gumuling di Tamansari dengan gaya kastil-kastil di Eropa. Di area ini karya-karya lukis dokumentasi para putri 4 Keraton Mataram ditampilkan.
Sementara Kampung Kambang adalah kumpulan beberapa bangunan yang dibangun di atas sebuah kolam besar. Suasana yang muncul menimbulkan sensasi seakan kita sedang berjalan diatas permukaan air. Ruangan-ruangan yang ada di Kampung Kambang mewakili berbagai sudut keraton. Mulai dari perjalanan cinta terlarang sang putri, koleksi batik yang luar biasa, juga gambaran pribadi seorang putri yang cukup menonjol akibat ketegasannya dalam menolak poligami.
Luangkan waktu untuk mengunjungi museum ini saat berkunjung ke Jogjakarta. Sehingga oleh-oleh yang didapat, tak hanya bakpia atau batik Malioboro, namun juga warisan kekayaan budaya bangsa.
Museum Ullen Sentalu
‘ Ndalem Kaswargan
Jl Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta
Phone: +62 274 895161, +62 274 880158
Fax: +62 274 881743
Jadwal Kunjungan :
Hari Selasa – Minggu
Buka pukul : 09.00 – 15.30
Hari Senin : Tutup
Tidak ada artikel terkait.


