Demam dan Penanganannya
Anak demam memang sering membuat kita sebagai orang tua panik dan bingung. Demam pula yang sering menjadi salah satu alasan kita membawa anak kita ke dokter.
Yuukks, kita gali lebih dalam apa sih penyebab demam itu dan apa yang harus dilakukan?
Apakah demam itu?
Demam adalah peningkatan suhu tubuh lebih dari 38°C, yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Demam ini dapat terjadi secara mendadak, langsung tinggi atau meningkat perlahan-lahan dalam beberapa hari. Peningkatan suhu tubuh yang mendadak dalam waktu singkat, tidak otomatis mengindikasikan suatu keadaan gawat atau beratnya suatu penyakit. Demam bisa juga dikatakan berfungsi sebagai alarm, yang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi pada tubuh kita.
Apa penyebabnya?
Demam disebabkan oleh meningkatnya kadar suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut pirogen. Pirogen (bahasa latin) artinya zat pencetus panas. Pembentukan pirogen ini dipengaruhi banyak faktor dan yang paling umum disebabkan oleh adanya suatu infeksi. Jadi, jelas bahwa demam adalah gejala bukan penyakit.
Pada bayi dan anak, penyebab demam terbanyak adalah infeksi. Sebagian besar infeksi tersebut adalah infeksi virus, yaitu flu atau selesma, infeksi saluran napas atas, sebagian infeksi telinga, sebagian besar diare, cacar air, dan sebagainya.
Bagaimana penanganannya?
Jika anak kita demam, adapun langkah yang perlu kita lakukan adalah:
- Cari tahu penyebabnya, infeksikah atau bukan infeksi. Demam akibat infeksi biasanya didahului oleh gejala seperti anak tampak lesu, tidak lincah, kurang nafsu makan, mual atau muntah.
- Jangan panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
- Memiliki termometer untuk mengetahui anak demam atau tidak. Termometer ini ada banyak jenisnya, ada yang dapat dimasukkan ke mulut, anus (rektal) atau ketiak. Ada juga termometer telinga, namun tidak bisa terlalu akurat untuk bayi berusia kurang dari 3 bulan. Sebaiknya orang tua tidak mengira-mengira berdasarkan perabaan tangan semata untuk menghindari diagnosa yang menyesatkan. Suhu tubuh bisa saja meningkat jika anak habis beraktivitas di luar. Sebaliknya, anak yang dehidrasi akan teraba dingin meski suhu di dalam tubuhnya meningkat.
- Amati perilaku anak. Jika demam mereda anak relatif masih aktif, riang, masih mau makan, maka tidak perlu cemas.
- Berikan obat penurun panas bila anak rewel, tampak tidak nyaman atau suhu lebih dari 38.3°C. Jarak pemberian obat tidak boleh kurang dari 4 jam dan jangan diberikan lebih dari 5x dalam 24 jam.
- Anak jangan dipakaikan baju yang tebal.
- Beri cairan lebih banyak dari biasanya, bila perlu sedikit-sedikit tapi sering.
- Kompres air hangat jika suhu lebih dari 40°C.
- Sebaiknya anak beristirahat di rumah namun bukan berarti harus di tempat tidur seharian.
Semoga membantu dan bermanfaat!
Source: dr. Purnamawati S, SpAK, MMPed
/shanti
Artikel Terkait:
- Pneumokokus Penyebab Kematian Terbanyak Pada Anak Balita (*) Istilah Pneumokokus kerap mampir di telinga para ibu. Namun kenyataannya belum semua ibu tahu persis apa sebenarnya bahayanya, dan mengapa...


