Ubi Jalar, Kaya Karbohidrat, Mineral, dan Vitamin

ubiSiapa yang tidak tahu ubi jalar. Tanaman yang sudah akrab di lidah sebagai gorengan ini tentunya sudah sering disantap oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia sendiri ubi jalar punya berbagai nama. Ada sabak ruwe dan nigoi di irian, hui di sunda, hingga ketela yang akrab di lidah orang jawa. Sayangnya, pemanfaatan ubi jalar di Indonesia masih terhitung belum maksimal. Pengolahannya masih terbatas digoreng atau direbus biasa. Padahal tanaman yang satu ini punya segudang gizi yang menunggu untuk dimanfaatkan oleh tubuh kita.

Ubi jalar memiliki bentuk, ukuran, warna kulit, dan warna daging yang bermacam-macam. Kulit ubi jalar ada yang berwarna putih, kuning, ungu, jingga, dan merah. Daging ubi jalarpun bermacam-macam warnanya. Ada putih, kuning, jingga, hingga warna ungu. Di Jawa Barat bahkan ada jenis ubi jalar yang sudah sangat terkenal, apalagi kalau bukan si manis ubi cilembu.

Secara umum, ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dapat menjadi pengganti beras dan jagung. Selain itu, ubi jalar juga merupakan sumber vitamin dan mineral. Ubi jalar mengandung betakaroten (bahan pembentuk vitamin A) yang cukup tinggi. Semakin pekat warna jingga pada ubi, maka akan semakin tinggi kandungan betakarotennya. Warna jingga ini juga menunjukkan kandungan senyawa lutein dan zeaxantin di dalam ubi jalar. Kedua senyawa ini memiliki peran menghalangi proses perusakan sel. Ubi jalar merah juga mengandung kalium, fosfor, mangan, vitamin B6, dan vitamin E. Ubi jalar juga mengandung vitamin C lho, sayangnya, kandungan vitamin C ini akan berkurang seiring dengan proses pengolahan ubi yang dilakukan (perebusan atau penggorengan). Kandungan betakaroten, vitamin E dan vitamin C yang terkandung dalam ubi jalar bermanfaat sebagai antioksidan bagi tubuh. Kandungan ini sangat baik untuk pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskuler. Serat dan pectin yang terkandung dalam ubi jalar juga sangat baik untuk mencegah gangguan pencernaan seperti wasir, sembelit, hingga kanker kolon.

Ubi jalar bisa diolah menjadi berbagai macam makanan olahan. Secara sederhana, ubi jalar bisa diolah dengan cara digoreng, direbus, dikukus, dibakar atau dioven. Cara lainnya, ubi jalar juga bisa diolah menjadi aneka kue seperti bolu, dodol, kue mangkok, atau bahkan donat.

Peluang Bisnis

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN