Pneumokokus Penyebab Kematian Terbanyak Pada Anak Balita (*)
Istilah Pneumokokus kerap mampir di telinga para ibu. Namun kenyataannya belum semua ibu tahu persis apa sebenarnya bahayanya, dan mengapa si kecil sangat butuh proteksi. Pneumokokus sering juga dikenal dengan dengan sebutan IPD (Invasive Pneumococcal Disease). Bakteri Pneumokokus ini secara alami hidup di rongga hidung dan tenggorokan. Pada balita, bakteri ini bisa menjadi ganas bila kondisi tubuh melemah atau baru sembuh dari sakit.
Bakteri ini bisa masuk ke saluran sinus dan menyebabkan sinusitis atau masuk ke saluran telinga dan menyebabkan radang pada telinga (otitis media). Bakteri ini mudah menyebar di lingkungan hunian padat, tempat-tempat umum seperti penitipan anak, sekolah atau mal. Penyebaran pesat di saat pergantian musim dan di musim hujan. Penyebarannya sangat mudah, yaitu melalui udara, ditularkan lewat lendir hidung, misalnya percikan ludah saat bicara, batuk atau bersin. Apabila bakteri ini masuk ke dalam sirkulasi darah, akibatnya bisa fatal.
Rentetan jenis penyakit Pneumokokus yaitu seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia) serta sepsis lainnya ini tidak bisa diobati. Kalaupun bisa, akan meninggalkan cacat permanen. Bayangkan betapa berbahayanya bila penyakit-penyakit ini menimpa buah hati Ibu! Padahal saat dapat dicegah dengan diberikan vaksinasi. (* Survei Kesehatan Nasional)
Penyakit pneumokokus adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari meningitis, pneumonia, infeksi telinga tengah, infeksi darah dan sinusitis. Penyakit ini menyebabkan kehilangan pendengaran permanen, kerusakan otak, cacat fisik, keterbelakangan mental bahkan kematian pada anak-anak. Penyakit ini sulit didiagnosa karena gejala awal mirip flu biasa.
Gejalanya : Meningitis : demam, nyeri kepala hebat, mual, muntah, kaku leher, tidak sadar. Pneumonia : demam menggigil, batuk hebat, sesak, nyeri dada saat bernafas. Infeksi telinga tengah : nyeri pada telinga, demam, gangguan pendengaran, keluar cairan dari telinga. Infeksi darah : demam tinggi. Sinusitis : pilek terus menerus, batuk, demam ringan, sakit kepala.
Cara Penularan : melalui percikan ludah pada saat berbicara, batuk atau bersin, terutama di tempat keramaian. Siapa saja yang dapat terserang? Setiap orang dapat terserang, karena bakteri pneumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan dan dapat menjadi ganas pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.
Pencegahannya : Vaksinasi adalah perlindungan terbaik bagi buah hati Anda. Sekaranglah saatnya memberikan vaksin IPD sebelum buah hati sakit. Vaksin Pneumokokus (IPD) sudah direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (Sumber : Tabloid Mom & Kiddie)
Artikel Terkait:
- Karakteristik Umum Balita Dan Permainan Bagi Balita Keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada anak merupakan harapan bagi semua orang tua. Makanan terbaik, kesehatan terbaik, baju terbaik bahkan...
- Film Kartun dan Kekerasan pada anak Sebagai orang tua, hendaknya lebih berhati-hati ketika memilihkan tontonan yang baik untuk anak-anak, terutama dalam memilih film animasi/kartun untuk anak....
- Apa Yang Harus Dibawa Jika Bepergian Dengan Balita Bepergian dengan bayi, balita maupun anak kecil memang tidak mudah. Dalam perjalanan pun biasanya ada trik-trik tertentu supaya kita bisa...
- Gondongan Pada Orang Dewasa <!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;}...
- Mama Sebagai Dokter Pribadi Anak Seorang mama pintar pasti bisa mengambil hikmah jika anak-anaknya sedang sakit. Yang perlu dilakukan adalah tidak perlu panik. Kalau misalnya...


